Rabu, 18 September 2013


Teruntuk Ukhti muslimah putri islami bagi dien ini. “semoga Allah swt senantiasa menjaga kesucian harga dirimu di tengah dahsyatnya fitnah dan ujian.”. Ukhti muslimah, Ukhti islami di negeri pertiwi… Malam ini ada gelisah yang menyusup kedalam jiwaku.Aku terbangun dengan ikatan -ikatan kecemasan.Mataku berembun sebagaimana kaca jendela kamarku yang setiap malam berbasah embun musim dingin yang begitu dahsyat.Tak ada suara selain teriakan – teriakan bathin yang menggema di liang telingaku ketika teringat keadaanmu di negeri pertiwi yang dirudung fitnah begitu besar. Ukhti islami dinegeri pertiwi … Kuambil pena setelah kulantunkan untaian do’a. Semoga lantunan pena kegelisahan ini membuat jiwa-jiwamu tersadar akan apa yang sebenarnya kami rasakan. Hingga pena ini tergerak untuk menasihatkan. Ukhti muslimah… Jika tarian pena kegelisahan ini terlalu latah dan kering , semoga tetesan bening yang membersamai tulisan ini bisa menyejukkan suasana hatimu laksana gerimis ketika hadirnya musim panas. Ukhti islami yang sedang membaca renungan hati ini , adakah waktu beberapa menit saja di tengah kesibukanmu bersama tugas sekolah/kuliah/kerja..? Dan adakah beberapa saat saja untuk meluangkan isi hati dan perasaan demi membaca tarian pena di lembar putih ini..? Dan adakah sebentuk kesabaran yang setiap sisinya dihiasi perhatian untuk menyelesaikan membaca renungan hati ini hingga akhir..? Aku mohon engkau tak merasa keberatan ataupun waktumu tercuri untuk sekedar mendengarkan renungan hati dari seseorang yang barang kali tak pernah engkau mengenalnya. Ukhti islami… Izinkan tarian pena ini menggores lembut lembaran-lembaran putih ini sebagai lukisan hati aku yang sedang cinta dan cemburu karena Allah swt. Biarkan diri ini berterus terang menuliskan untaian kalimat yang sebelumnya telah aku tulis di lembar hati aku sebelum ku tuangkan di lembar putih ini. aku pun tak mengerti apakah dirimu merasa senang atau malah benci dengan kehadiran renungan hati ini yang tak pernah kau harapkan sebelumnya. aku serahkan semua kepada pemilik hati setiap jiwa yaitu Allah swt… Ukhti islami … Sengaja kutulis renungan hati ini untukmu ,karena aku berharap lewat renungan hati ini bisa menjadi wasilah yang membuat harga dirimu mewangi bak melati yang mekar berseri.. Ukhti muslimah… Aku tulis renungan hati ini disaat hati aku kalut dan resah melihat keadaanmu. Hingga terkadang hanya elusan dada sebagai rasa iba yang terpendam didalam jiwa. Bagaimana tidak iba jika setiap hari aku lihat saudari-saudarimu ditelanjangi auratnya..? Ditelanjangi sehelai demi sehelai pakaian harga dirinya di depan jutaan orang sebagai tontonan para penggembira yang mengabdikan diri kepada hawa nafsu setan. Bagaimana tidak resah jika tiap waktu slalu kudengar saudari-saudarimu di nodai kehormatannya , bahkan menyerahkan seluruh tubuhnya demi diobral di majalah-majalah murahan yang menjerumuskan ke jurang perzinaan, Jurang yang menjijikkan yang tak pantas dilakukan kecuali para binatang yang tak berakal. Hmmz…. bagaimana diri ini tak bersedih menangis bahwa sebenarnya pasukan setan itu menggiring mereka ke lembah-lembah jahanam di balik ketertawaan dan kemasyhuran yang sebenarnya adalah tipuan. Ukhti islami di negeri pertiwi… Tidak tahukah dirimu bahwa ada bening yang menetes hangat membasahi dua pipi ini saat melihat keadaanmu..? Akan tetapi seolah dirimu tak pernah mengerti arti sebuah air mata dari seseorang yang mengharapkan kejayaan harga dirimu dalam menopang panji islami bagi dien ini, Hingga akhirnya dirimu enggan mendengarkan nasehat yang dengannya mungkin Allah swt menjadikan wasilah kebaikan bagi dirimu di dunia dan akhirat kelak. Kutulis suratan hati ini sebagai nasehat uintukmu karena Allah swt semata. Kugores saat mulut ini tak sanggup lagi bicara karena saudari-saudarimu yang tertipu itu semakin membabi buta mengumbar aurat didepan pria, Mereka bangga menjadi mangsa serigala-serigala pengumbar cinta dusta, Seakan mereka tak pernah bersedih dan justru bangga menumpuk dosa setiap harinya. Berzina dengan setiap pria yang diinginkannya demi memuaskan nafsu bejatnya.Berlenggak lenggok bagaikan cacing yang kepanasan di club-club malam, Menghabiskan hari-hari siang dan malam dengan lantunan musik yang melalaikan, Meninggalkan istananya menuju panggung–panggung hiburan. Wajahnya menghitam dibalik polesan bedak tebal yang tak pernah terbasuh sucinya air wudhu yang mencerahkan, Keningnya telah jauh dari sujud sebagaimana bejat akhlaqnya yang tak karuhan.Berdandan dan berdandan demi laris dalam perzinaan. Oh… betapa jauhnya mereka dari belaian suami tercinta, karena kekasih mereka adalah serigala yang tajam taring dan kukunya. Tak pernah merasakan nikmatnya bercanda dengan anak tercinta karena rahim mereka telah mereka haramkan dari mengandung anak sebagai anugerah dari Arrahman, Rahim mereka kotor dengan air mani haram dan menjijikan . Naudzu b illahi mindzalik Wahai Ukhti islami… Tidak sampaikah kabar yang benar dari langit akan kebanyakan penghuni neraka adalah wanita..? Belum datangkah kepadamu akan nasehat dari kitab dan sunnah tentang orang-orang dari kalangan wanita yang di haramkan Allah swt mencium bau jannah..? Padahal bau jannah itu tercium dari jarak 500 tahun perjalanan. Itulah para wanita penggembira di dunia tanpa mengindahkan perintah-Nya. Ukhti islami… Sampai disini aku tak megerti apakah kata–kata ini menembus ke relung hatimu, Hingga membuat dirimu sudi merenung sejenak untuk memperbaiki diri menjadi sesosok muslimah sejati..? Muslimah sejati yang hidupnya bahagia dengan suami setia tercinta hingga di surga. Muslimah sejati yang jiwanya kaya dengan kasih sayang tulus kepada anak tercinta. Dan muslimah sejati yang hidupnya mulia karena menutup auratnya. Kuharap masih tersisa secuil kesempatan untuk telusuri goresan-goresan pena di lembar putih ini. Ukhti islami di negeri pertiwi… Kutulis suratan hati ini saat nuraniku menjerit dan berteriak kesakitan melihat harga dirimu diinjak–injak oleh anjing–anjing durjana yang setiap saat mengintaimu, Mereka menyembunyikan kebuasan nafsunya di balik kata-kata cinta manis dan menawan, Emansipasi dan persamaan gender yang sebenarnya rayuan gombal, Mereka menyembunyikan semua itu padahal hati mereka penuh dengan makar dan tipuan bejat mereka. Ukhti islami di negeri pertiwi… Kedua mata ini sudah sepat membuka dan menatap hari-hari yang ditaburi kemaksiatan dan telinga ini pun juga bosan mendengar musik–musik setan yang dihalalkan pengikut kebatilan, Setiap ruang dan waktu musik-musik itu bergema di telinga dengan syair-syair cinta dusta, Di puja-puja dan dihafal para remaja melebihi cintanya terhadap ayat-ayat al-quran yang mulia, Bahkan ratusan ribu keluar demi menyaksikan konser musik, dengan berdesak-desakan dan berjingkrak ria. Bahkan diantara mereka ada yang meningggal di tempat maksiat bersama iringan suara gitar dan band yang melalaikan. Ukhti islami… Sampai kapan air mata ini kan mengering dan sampai kapan kepedihan ini kan berakhir, Aku tak mengerti jawabannya. Yang aku bisa hanyalah memberikan nasehat bagi jiwa-jiwa yang menerimanya, Ukhti islami yang masih tenggelam dalam keterlenaaan, Ku harap engkau segera mengakhiri hari-hari kelabumu dimana bunga-bunga harga dirimu berguguran di tangan kumbang-kumbang tak beradab. Ukhti islami… Biarkan diriku dengan seonggok kesedihan ini meneruskan kembali goresan renungan hati ini. Dan kalaulah boleh jujur hati ini sering kali menangis melihat putri-putri islami di sembelih rasa malunya dengan pisau–pisau mode, dirobek dengan belati emansipasi dan ditusuk-tusuk dengan pedang persamaan gender. Sungguh mereka telah menghalalkan segala cara.demi tercapai tujuan nafsunya. Ukhti islami… Musuh-musuhmu telah menyiapkan ribuan wanita yang setia berperang di jalan setan, Mereka memberikan seluruh tubuhnya untuk merusakmu lewat film -film porno majalah-majalah bejat dan jutaan situs terlaknat, Mereka berikan suara indahnya tuk mendendangkan syair-syair setan yang mereka atas namakan dengan cinta, Setiap hari mereka bicara dengan subhat mereka dengan dukungan ratusan media masa. Ukhti islami yang hatinya masih terbingkai anggun keyakinan bahwa Allah swt adalah Rabb sesembahannya, Kekhawatiran dan kecemburuan dalam hati ini tidak lain karena kebanyakan dirimu telah terperangkap di lorong-lorong fujur itu. Bahkan diantara dirimu telah terbuai dengan ungkapan-ungkapan gombal dari para wanita jalang di layar lebar dan majalah kacangan di pinggir jalan, Diantara dirimu telah terlena dengan rasi-rasi bintang yang tak lebih perkataan syirik yang dihiasi dengan ramalan kebatilan Ukhti islami… Aku menghawatirkan karena subhat dalam dirimu akan hijab sebagai pakaian wajibmu dimana mereka memakai kerudung kecil berwarna warni merangsang pandangan mata .Berjalan didepan pria dengan celana jeans dan baju ketatnya. Wajahnya bersolek dan dibumbui parfum yang menyengat setiap orang yang dilaluinya. Mereka tampak islami sebenarnya menodai kemurniaan islam. dibalik kejahiliyahan model baru. Dimanakah mereka diantara hijab islami yang diajarkan Nabi saw..? Dimanakah mereka diantara adab islami yang dicontohkan istri-istri Nabi saw..? Mengapa masih ada muslimah yang bertabarujj bahkan tidak mengenal jilbab sementara al qur’an dia dengar setiap hari..? Ukhti islami… Apa yang membuatmu membenci jilbab padahal ia pakaian anggunmu dimata Allah swt..? Apa yang membuatmu ragu dengan jilbab padahal ia menjaga kehormatanmu dari mata-mata jalang, Kenapa engkau lebih menyukai berdandan seronok dengan aurat terbuka menjadi ajang zina mata durjana. Jika bukan ridha Allah swt ridha siapa lagi yang akan engkau cari..? Ukhti islami… Kutulis renungan ini untukmu karena ada harga yang harus kau bayar dengan mahal di batas waktu yang tak terhingga, Dan sesungguhnya penggalan nafas yang tak akan kembali ini akan bersaksi dihadapan ilahi. Tapi kenyataannya mengapa masih ada yang begitu tega menggadaikan harga diri dan kehormatan demi selembar uang..? Bahkan harga dirinya tak sewangi bunga lagi karena naik turun sesuai pasaran perzinaan.. Ukhti islami… Akal sehat yang mana yang rela menjual harga dirinya dengan hanya sebotol sampo atau sebutir sabun untuk telanjang di mata jutaan orang. Ah…barang kali engkau terlalu bermimpi menggapai kemasyhuran dan lupa siksaan sebagai tebusan. Tidak tahukah tubuhmu yang setiap hari kau dandani itu telah ditunggu ulat-ulat busuk yang siap menggorogoti..? Dan dirimu dikenal orang sebagai bintang perzinaan yang didemeni laki-laki biadab yang berhianat pada istri-istrinya, Apakah engkau suka saat kematian menjemputmu dan dirimu menjadi maskot dalam kemaksiatan..? Hmmz…kuharap engkau mengerti renungan hati ini. Bahwa sesungguhnya aku sangat ingin engkau masuk islam dengan kaffah. Aku ingin dirimu merasakan secuil iman yang setelah itu engkau tak berpaling kepada kejahiliyahan. Aku ingin engkau meneguk setetes hidayah yang membuat kehausan nafsu birahimu terobati selamanya, Semoga Allah swt membuatmu mencintai keimanan dan membenci jalan-jalan kejahiliyahan dan kefasikan. Ukhti islami… Kalau bukan dien ini nasehat apa gunanya pena latah ini ku alunkan. Harapanku minimal nasehat ini membebaskan ku dari tuduhan sebagai ”setan bisu” yang ridha dengan kemungkaran. Lebih jauh dari itu semoga suratan hati ini menjadi wasilah dan hujjah yang mengantarkan ke janah abadi bersanding bersama bidadari. Saudariku Ukhti islami… Kuharap engkau tak bosan membaca renungan hati ini, Nasehat yang jujur apa adanya dari seseorang yang cinta dan cemburu karena Allah swt dengan harga diri saudarinya, Kalau bukan karena ridha Allah swt tak akan pernah ku goreskan pena ini untukmu.. Semoga setiap kata yang kau baca dapat kau pahami dan bernilai ibadah disisi Allah swt Ukhti islami… Ingatlah para muslimah di zaman sahabat, ridha Allah swt dan Rasul-Nya adalah tujuan utama. Tak bergeming menghadapi ocehan orang-orang musyrik dalam memegang diennya. Bersegera meyambut seruan Allah swt, bahkan dalam berbagai moment mereka adalah rijal yang siap membela Rasulullah saw saat di lukai dan di lecehkan kehormatannya. Asma’,Nusaibah, Khansa tak perlu ku ceritakan tentang mereka karena namanya telah terukir indah dalam sejarah ummah. Pesona teladan yang mekar mewangi bagi para muslimah sejati. Ukhti islami … Lihatlah sekelilingmu tentang keadaan kaum muslimah hari ini. Siapakah diantara mereka yang menjadikan para istri Nabi saw dan sahabat sebagai teladan..? Padahal mereka adalah orang-orang yang di janjikan dengan jannah. Bahkan diantara mereka namanya telah tercatat sebagai penghuni surga sedang mereka masih hidup di dunia. Kenapa wanita-wanita penzina lebih di sukai dan disebut-sebut dari pada sosok mulia itu..? Meniru mereka dari gaya rambut dan pakaian serba terbuka. Bahkan jika mereka terpelosok kedalam lembah zina akan mereka ikuti juga. Dimanakah harga diri itu wahai putri islami….? Dimanakah kesucian diri dari perbuatan busuk itu…? Lihatlah wahai putri islami, lihatlah dengan matamu yang bersinar betapa ribuan muslimah telah mengabaikan perintah Allah swt. Bahkan mereka tak mengerti bahwa jilbab itu wajib sebagaimana shalat dan zakat, Bahkan mereka akan berdosa jika mereka enggan memakainya, Tapi kebanyakan mereka menutup diri dan mencaci pemilik jiwa yang murni yang menunaikan perintah Allah swt. Siapa yang hari ini tak mencibir orang muslimah yang berjilbab besar dan bercadar. Ejekan-ejekan tak senonoh, kata-kata pedas dan menghina, pandangan-pandangan benci dan marah, serta tuduhan-tuduhan ekstrim dan kolot lekat dari mulut-mulut yang mengaku dirinya seorang muslimah.. Tidakkah mereka melihat dirinya yang lebih hina dengan bermaksiat kepada Allah swt setiap harinya..? Tidakkah mereka sadar akan ancaman siksa Allah swt yang begitu perih..? Dan tidakkah mereka mengerti bahwa harga dirinya telah membusuk dikelilingi makhluk kotor setan penyembah syahwat..? Ukhti islami…. Jika serigala hewan itu hanya menginginkan daging, tapi serigala manusia menginginkan sesuatu yang lebih berharga dari itu, Dia ingin engkau kehilangan harga diri. Mereka berusaha memburu harga dirimu dan merobek-robek dalam ranjang perzinaan setelah itu engkau ditertawakan karena engkau bagaikan binatang jalang yang tak punya lagi harga diri kemudian dijadikanlah engkau ajang jual beli bagi para penyembah birahi. Ukhti islami… jangan tertipu kebusukan makar setan yang dibalut dengan cinta-cinta palsu seperti valentine day. Betapa hari itu telah menjadi sakral bagi penodaan yang berkedok cinta dan kasih sayang, Berapa harga diri telah melayang dalam kepalsuan dan kenaifan Bahkan mereka mengenangnya sebagai hari bersejarah tentang kebusukan cinta mereka, mencatatnya didalam agenda dan seolah dosa-dosa itu terasa manis saat di kenangnya,Naudzubillahi mindzaliq.. Tidakkah engkau melihat wanita-wanita kafir penyembah syahwat yang hidupnya bergelimang dengan zina setiap harinya..? Bahkan mereka membunuh anak dalam perutnya sebelum ia dilahirkannya..? Entah berapa ribu anak yang dibunuh dari berzina, entah berapa ribu pula anak yang hidup tak mengetahui siapa bapaknya, Hmmz…begitukah yang kau cari wahai Ukhti islami..? Saudariku…. Tak perlu aku ceritakan tentang pacaran yang telah menjadi tuntunan bagi para pemuda umat ini, Hati ini diris-iris ketika masuk dan melihat sosok-sosok pemuda-pemudi di universitas-universitas islam,di Mall,pinggir jalan juga tempat rekreasi Duduk berdua-duaan di kesepian asyik pacaran. Jilbab gaul yang tak karuan, pergaulan bebas yang telah dihalalkan. Musik-musik yang dilantunkan pengganti al qur’an . Hanya beberapa gelintir ihwah mahasiswa dan akhwat lainnya yang Allah swt selamatkan dari kejahiliyahan itu, Dan itu pun mendapat tekanan dari berbagai kalangan, Semoga Allah swt teguhkan jiwa mereka. Ukhti islami … Tahukah engkau bahwa seseorang akan diadzab karena cinta yang ia sekutukan karena Allah swt..? Pahamkanlah dirimu bahwa rindu-rindu palsu itu ibarat kerak dosa didalam qolbu yang menghalangi beningnya hatimu dari hidayah Allah swt..? Dan mengertikah cinta selain Allah swt itu tidak pernah akan abadi meskipun ibarat Romeo dan Juliet..? Lantas mengapa begitu mudahnya kau obralkan cintamu dengan seseorang yang berkata “I LOVE YOU” untuk merayumu..? Kenapa kata-kata itu membuatmu luluh tak berdaya dan kau berikan seluruh dirimu kepada laki-laki asing yang bukan suamimu..? Kenapa kata kata itu menjadi berhala didalam hatimu dan kau nodai cinta Allah swt..? Kenapa wahai putri islami kata yang sebenarnya bisikan iblis itu membuat dirimu gelisah tidur dan jiwamu melayang-layang..? Semua itu karena engkau tak mengerti akan cinta Allah swt, Dan ruang hatimu kau biarkan kosong dengan cinta-cinta setan, Lupakan kata kata itu dari hatimu kecuali suamimu yang Allah swt halalkan sebagai bajumu. Jadikanlah cintamu ladang pahala, Ladang pahala yang tumbuh dari akar-akar ma’rifatullah, Dan batangnya kuat perkasa menjulang keangkasa dengan tauhidulloh. Jagalah cintamu, awasi jangan pernah lengah hingga engkau berlabuh di dermaga ketenangan jiwa yang bernama pernikahan islami yang diberkahi. Hmmz… betapa banyaknya muslimah hancur dengan cintanya yang liar diantantara serigala-serigala buas. Demi hawa nafsunya yang berkata atas nama cinta sejati mereka serahkan seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki untuk di nodai. Bahkan demi cinta palsunya ribuan orang rela bunuh diri. Ukhti islami… Cobalah berfiikir bening dan jernih. Tanyakan dengan jujur kepada nuranimu yang lembut itu. Tentang kemasyuran yang kau buru atau pun kebebasan yang kau tuju. Apakah kebebasan yang kau maksud itu kebebasan berkencan dan berzina, seperti wanita-wanita kafir penyembah syahwat..? Apakah berjingkrak ria dikonser musik itu kebebasan yang kau cari..? Ataukah berdandan seksi didepan umum itu yang kau maksud..? Cobalah tanyakan lagi semua itukah kebahagiaan seorang wanita..? Ataukah dengan tunduk dengan syari’ah Allah swt Menjadi wanita shalehah yang terjaga auratnya..? Yang dibelai suami dengan mesranya kasih sayang dalam keluarga. Begitu juga didamba putra dan putri tercinta dalam membina keluarga bahagia. Tanyakanlah wahai Ukhti islamiku… Demi Allah tanyakan kepada pemburu syahwat itu. Apakah mereka rela jika anak cucunya kelak menjadi biduanita yang dihargai dengan selembar uang..? Apakah mereka tega melihat anak-anaknya dicengkram serigala-serigala buas yang siap merobek harga dirinya..? Tanyakan pada mereka yang setiap malam menjual diri di club-club malam menjadi wanita penghibur. Apakah mereka mendapatkan kebahagiaan dengan tidur bersama laki-laki buas dan relakan mereka jika putrinya kelak seperti dia yang tak punya harga..? Tanyakan wahai putri Islamiku, tanyakan jika engkau masih ragu. Tentang orang yang termahsyur diantara penyembah syahwat itu, tanyakan kepada mereka yang berlenggak-lenggok disorak sorai tepukan tangan jutaan orang. Kebahagiaan seperti apa yang dia cari dibalik keternodaaan harga dirinya. Ukhti islami… Kenapa kebanyakan engkau tak sadar bahwa kebanyakan wanita telah menjadi barang dagangan di tangan penyembah syahwat, Lihat dan bukalah matamu disepanjang jalan penuh dengan pampangan wanita telanjang disapu mata sembarang orang. Lihat wahai putri Islamiku disetiap produk barang kecantikan wanita dijual dengan kemurahan. Dan iklan Tv pun setiap detik seolah tak berhenti memamerkan aurat wanita. Siapakah diantara bintang Tv yang paling terkenal..? Tidak lain wanita yang paling berani menjual harga dirinya. Dan tak perlu kau tanya tentang koran murahan dan majalah rendahan disudut-sudut jalanan yang memamerkan wanita telanjang penghibur preman jalanan. Apa yang kau cari wahai putri islamiku di balik semua itu…? Apa yang kau dapat dengan berkencan dan foto bersama dengan orang orang fasik pembela musik…? Apa gunanya menghabiskan masa mudamu dengan pacaran bersama laki-laki yang belum tentu jadi suamimu..? Ukhti islamiku… Ku harap engkau masih bersamaku hingga akhir renungan hati ini, Aku selalu dirundung duka dan dibalut rasa resah selama dirimu tak mau mengerti atau kau anggap angin lalu tentang apa yang aku ungkapkan di lembar putih ini. Bukannya diri ini ingin dikenang, sama sekali tidak wahai Ukhti islamiku, Aku tidak ingin setiap muslimah menjadi mangsa bagi serigala-serigala buas penyembah syahwat dan aku tidak ingin mereka nantinya menyesal karena merasa mengkhianati calon suaminya meskipun mereka tak mengetahuinya saat ini. Ukhti islami … Jika fitrahmu yang lembut itu masih murni, dan jika nalurimu yang halus itu belum terkoyak dan ternodai aku yakin, ya demi Allah aku yakin engkau akan menemukan jalan kembali dari kebimbangan yang engkau hadapi. Tidak lain dan tidak bukan dengan mengetuk pintu Allah swt yang terbuka bagi siapa saja siang dan malam. Saudariku berhentilah dari kefujuran itu. Engkau adalah calon ibu yang menjadi teladan bagi putra-putrimu. Jauhilah teman dan tempat-tempat yang akan menyeretmu kejurang kehinaan, Dan mulailah mengenal Allah swt dengan menuntut ilmu dihalaqah halaqah kajian keislaman. Ukhti islami… Temanilah jiwa-jiwa yang tegar yang menjaga syari’ah Allah swt dan saling menasehatilah dalam ketaqwaan dan kesabaran. Ukhti islami… Setelah kau baca renunganku ini aku berdo’a semoga engkau menjadi permata yang selalu berkilau menyejukkan pandangan suamimu yang shaleh, Begitu juga menjadi teladan bagi keluargamu dan anak anakmu,Hingga bisa menjadi pelangi islam yang indah itu menghiasi setiap rumah tanggamu. Dan maafkan aku jika kata-kata dilembar putih ini terlalu hambar dan kasar. Namun aka yakin engkau lebih tahu apa yang harus kau lakukan setelah membaca Artikelku ini. Memang tak pantas diri ini menulis banyak karena memang bukan ulama yang pantas menuliskannya,Bukan pula seorang pujangga yang kata-katanya bagai mutiara gemerlap didalam jiwa. Namun aku hanya seorang yang ingin menyampaikan nasehat kepada saudaranya satu agama. Jika pena yang latah ini menuliskan kata-kata yang mengiris pilu hatimu, maka bukan itu maksudku renungan hati ini tak lebih hanyalah wasilah yang semoga bersamaan membaca surat ini maka bersama pula turunnya hidayah atas dirimu, Ya aku sangat berharap seperti itu. Ukhti islami… Engkau mempunyai andil yang besar dalam meretas jalan panjang perjuangan, Entah apa jadinya jika wanita muslimah bertingkah laksana wanita kafir yang Allah swt janjikan jahanam. Sekali-kali jangan lah engkau tertakjub, dimata Allah swt mereka tak ada harganya dengan wanita budak yang beriman, Keindahan sejati itu bukan diwajah dan tubuh tapi dalam keshalehahan dan akhlak yang terpuji, Engkau lah seharusnya pemilik keindahan itu, Ya.. hanya engkau wahai putri islami. Dan inilah akhir dari renungan hatiku. Mudah mudahan akhir renungan ini mengakhiri pula kebimbanganmu untuk memutuskan menjadi muslimah sejati. Begitu juga menjadi akhir dari hari-hari lalumu yang penuh kejahiliyahan. Saudariku tak ada yang terlambat untuk menjadi muslimah sejati. Buang kata kata, ”TAPI AKU BELUM MANTAP, NANTI KELUARGAKU GIMANA..?”. Tak ada kata “NANTI“ bagi pribadi yang ingin mekar mewangi. Dan tak ada kata “TAPI” untuk merubah diri lebih berseri. Saudariku… Allah swt setia menanti taubatmu setiap pagi siang serta sore dan malam hari. Segeralah bertaubat sebelum mentari terbit dari barat atau nyawa telah sampai ditenggorokan dengan mengucap, Astaghfiruuka wa ‘atuubu ilaih. “Aku memohon ampunan dan aku bertaubat kepada Allah.” Sekarang katakan pada dirimu sendiri : “AKU HARUS MENJADI MUSLIMAH SEJATI, HARUS DAN HARUS APAPUN YANG TERJADI”. Saudariku aku sangat yakin dengan dirimu. Kau bisa mewujudkan cita cita mulia itu. PERCAYALAH..!!!

Senin, 03 Juni 2013

25 Pesanan Luqman Al Hakim kepada Anak-anaknya


Pesanan #1: “Hai Buah Hatiku, ketahuilah sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam di dalamnya. Bila engkau ingin selamat agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan sampan yg bernama Takwa, isinya ialah Iman dan layarnya adalah Tawakkal kepada ALLAH.”

... Pesanan #2: “Orang-orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari ALLAH. Orang yang insaf dan sedar setelah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemulian dari ALLAH juga.”

Pesanan #3: “Hai Buah Hatiku, orang yg merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kpd ALLAH, maka dia tawadduk kepada ALLAH, dia akan lebih dekat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH.”

Pesanan #4: “Hai anakku, seandainya ibubapamu marah kepadamu kerana kesilapan yang dilakukanmu, maka marahnya ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman.”

Pesanan #5: “Jauhkan dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.”

Pesanan #6: “Dan selalulah berharap kepada ALLAH tentang sesuatu yg menyebabkan untuk tidak menderhakai ALLAH. Takutlah kepada ALLAH dengan sebenar-benar takut ( taqwa ), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat ALLAH.”

Pesanan #7: “Hai Buah Hatiku, seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya kerana tidak dipercayai orang dan seseorang yang telah rosak akhlaknya akan sentiasa banyak melamunkan hal- hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.”

Pesanan #8: “Hai Buah Hatiku, engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih berat lagi daripada semua itu, adalah bilamana engkau mempunyai tetangga (jiran) yang jahat.”

Pesanan #9: “Hai anakku, janganlah engkau mengirimkan orang yang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.”

Pesanan #10: “Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.”

Pesanan #11: “Hai anakku, bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau hadir majlis perkahwinan, pilihlah utk menziarahi orang mati, sebab ianya akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkahwinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi sahaja.”

Pesanan #12: “Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu adalah lebih baiknya bila makanan itu diberikan kepada anjing sahaja.”

Pesanan #13: “Hai anakku, janganlah engkau langsung menelan sahaja kerana manisnya barang dan janganlah langsung memuntahkan saja kerana pahitnya sesuatu barang itu, kerana manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.”

Pesanan #14: “Makanlah makananmu bersama-sama dengan orang-orang yang taqwa dan bermusyawarahlah urusanmu dengan para alim ulamak dengan cara meminta nasihat dari mereka.”

Pesanan #15: “Hai anakku, bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu api, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mahu menambahkannya.”

Pesanan #16: “Hai anakku, bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura-pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu, maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati-hatilah.”

Pesanan #17: “Selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.”

Pesanan #18: “Hai anakku, bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.”

Pesanan #19: “Jadikanlah dirimu dalam segala tingkahlaku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharapkan sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya' yang akan mendatangkan cela pada dirimu.”


Pesanan #20: “Hai anakku, janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan oleh dunia saja kerana engkau diciptakan ALLAH bukanlah untuk dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.”


Pesanan #21: “Hai anakku, usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata-kata yang busuk dan kotor serta kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain.”

Pesanan #22: “Hai anakku, janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yang menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, janganlah mensia-siakan hartamu.”

Pesanan #23: “Barang siapa yang penyayang tentu akan disayangi, sesiapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandungi racun, dan sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.”

Pesanan #24: “Hai anakku, bergaul rapatlah dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya kerana sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata-katanya bagaikan tanah yang subur lalu disirami air hujan.”


Pesanan #25: “Hai anakku, ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau bertemankan dengan orang yang bersifat talam dua muka, kelak akan membinasakan dirimu.”

Rabu, 29 Mei 2013

Istri Sholehah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Istri sholehah nyaman di hati suami..

Membuatnya senang hati, membuat dada bermekaran bak bunga indah di taman yang berseri...
Tatkala suami pulang dia menyambutnya dengan senyuman yang menawan..
Pandangannya memancarkan kasih sayang, cinta dan kelembutan...
Istri sholehah nyaman dipandang, mengenakan busana terindah untuk suami tercintanya...
Pandangan mata yang teduh akan membuat suami semangat kembali setelah seharian bekerja..
Saat suami memandang dirinya, gemuruhlah rasa di dada...
Betapa bahagianya ia mendapakant hadiah yang begitu berharga,...
Sehingga ia kan senantiasa menjaga agar tak lepas dari tangannya..
Istri sholehah adalah yang mampu membuat suaminya bahagia dan nyaman di hati dengan limpahan cinta dan perhatiannya...
Maka tak heran jika suami menyematkan untaian indah untuk istri tercintanya “ Duhai istriku,kekasih hatiku..tak sia-sia diriku memilihmu sebagai pujaan hatiku..dirimulah bidadari syurgaku...Subhanallah..

Selasa, 21 Mei 2013

Sangat sulit menyatukan pemikiran dua insan yang yang beda prinsip dan pemahaman, yang benar dianggap salah dan tidak wajar. Harapan dan keinginan sepertinya harus tertunda hanya karena anggapan yang tidak wajar. Padahal itu suatu kebaikan yang akan mendatangkan pahala yang besar bagi yang melakukannnya dengat niat Lillahi ta'ala. Kedua belah pihak menginginkan hal yang sama namun pihak lain tak mendukungnya. Apalah daya diri ini...hanya bisa sabar dan tak berhnti berharap bisa luluh hatinya. Harapan saat ini hanyalah "izinkanlah aku menggenapkan setengah DINku". Tanpa restumu tak akan berkah nantinya. Ya Allah....berilah jalan....

Berkhusnuzon saja lah...mungkin Allah belum mengizinkan.

Sabtu, 04 Mei 2013

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Rabiatul Adawiyah adalah seorang wali Allah yang mengabdikan dirinya kepada Allah. Kesabaran dan perjuangan harus dicontohi oleh wanita islam hari ini. Walaupun sejarah hidupnya bermula dari seorang wanita yang tidak mentaati Allah, akhirnya di memilih jalan sufi dalam mencari ketenangan hidup.


Kisah bermula pada zaman dahulu di mana kejahilan menyelebungi masyarakat arab kebanyakan sekolah agama telah ditutup. Ayah Rabiatul Adawiyah adalah guru agama tapi terpaksa menjadi pendayung sampan. Untuk menarik minat orang menaiki sampannya dia akan mendendangkan lagu yang merdu ketika mendayung sampan. Rabiatul Adawiyah sentiasa disamping ayahnya hinggalah dia dewasa, apabila ayahnya meninggal dunia. Dia menggantikan tempat ayah sebagai pendayung sampan dan mendendangkan lagu yang merdu. Mendengarkan suaranya yang merdu itu menarik hati seorang lelaki untuk membawanya untuk dipersembahkan kepada raja dan dia terpaksa berkhidmat untuk raja. Setiap hari dia menyanyi dan menuang arak kepada raja dan tetamu raja.

Suatu hari timbul kesedaran di hatinya merasa insaf dengan segala perbuatannya kerana kejahilannya itu sedangkan bapanya adalah seorang guru agama. Dari hari itu Rabiatul Adawiyah tidak mahu lagi menyanyi dan menuang arak. Dia sering duduk bersendirian berzikir kepada Allah. Dia juga diseksa oleh raja dengan kerja yang berat. Pernah suatu hari pengawal raja disuruh melepaskan ular dan kala jengking ke dalam bilik Rabiatul Adawiyah kerana raja tidak senang melihat dia sentiasa berzikir. Tetapi akhirnya ular tersebut menerkam pengawal raja. Rabiatul Adawiyah tetap tenang, walaupun dia tidak diberi makan dia tetap mampu menjalankan ibadat kepada Allah. Apabila raja mengintainya di dalam bilik, kelihatan dia sedang munajat memohon doa kepada Allah. di dalam kegelapan biliknya kelihatan cahaya yang menyuluh ke arahnya. Pada suatu malam raja bermimpi seorang tua datang dan mengatakan supaya melepaskan Rabiatul Adawiyah dan jangan lagi menyiksanya kemudia raja melihat Rabiatul Adawiyah berpakaian serba putih naik ke atas langit. Beliau terus ke bilik Rabiatul Adawiyah untuk melihat sama ada Rabiatul Adawiyah masih ada atau sudah pergi. Kelihatan Rabiatul Adawiyah masih berzikir dan berdoa.

Sampai habis tempoh masa Rabiatul berkhidmat dengan raja, akhirnya dia dilepaskan oleh raja. Rabiatul Adawiyah berterima kasih kepada raja dan tidak meminta apa-apa daripada raja walaupun raja memberi peluang kepadanya untuk meminta apa saja sebelum dia pergi. Apabila dia pulang ke kampungnya, rumah telah roboh dan penduduk kampungnya juga ramai yang telah berpindah. Dia meminta orang menyediakan sebuah pondok kecil untuknya. Pada suatu malam, seorang pencuri terpandang pondok Rabiatul Adawiyah lalu dia ingin pergi mencuri di situ. Ketika itu Rabiatul Adawiyah sedang solat. Dia tidak menjumpai apa-apa di dalam rumah Rabiatul Adawiyah melainkan sebiji tempayan. Lalu dia merasa kecewa dan ingin bunuh Rabiatul Adawiyah. Apabila dia mengeluarkan pisan dan ingin menikanm Rabiatul Adawiyah tiba-tiba dia menjadi keras dan pisaunya terjatuh. Rabiatul Adawiyah terkejut. Rabiatul mengatakan pada pencuri itu ambillah apa yang dia inginkan jika dia seorang pencuri tetapi mengapa ingin membunuhnya. Lalu dia menyuruh pencuri itu mengambil wudhuk dan bersolat serta memohon pada Allah apa yang dia inginkan. Lalu pencuri itu bersolat dan meinta pada Allah agar mendapat rezeki yang banyak supaya dia tidak perlu menjadi pencuri lagi.

Pada masa yang sama diluar kelihatan kereta kuda yang membawa banyak harta yang menuju ke arah pondok Rabiatul Adawiyah. Raja menghantar orang untuk memberi Rabiatul Adawiyah harta yang banyak. Apabila orang itu datang menemui Rabiatul Adawiyah kerana ingin menyerahkan harta itu, Rabiatul Adawiyah mengatakan dia tidak pernah meminta harta dari Allah tetapi orang disebelahnya yang memohon kepada Allah jadi berikanlah harta itu kepada orang yang memintanya. Pencuri itu gembira kerana mendapat harta dan dia membuat sebuah mahligai yang indah. Pada suatu hari ada seorang lelaki menemui pencuri itu dan bertanya bagaimana dia mendapat harta yang begitu banyak dalam sekelip mata. Dia pun menceritakan kisahnya kepada lelaki itu. Lelaki itu menjelaskan kepadanya bahawa wanita yang ditenuinya itu adalah wali Allah. Dia berasa terkejut dan menyesal kerana tidak berterima kasih kepada Rabiatul Adawiyah lalu dia ke pondok rabiatul Adawiyah untuk menemuinya. Ketika itu Rabiatul Adawiyah sedang nazak. Akhirnya Rabiatul Adawiyah pergi menemui kekasihnya.

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila mereka dibayangi-bayangi fikiran jahat (berbuat dosa) dari syaitan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).
[Surah al-A'raf, ayat 201]

SubhanAllah...Alhamdulillah...Allahuakbar 

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Barakallahufikum ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Senin, 22 April 2013

Disaat kau terbaring tak berdaya...aku tak disampingmu, bahkan tak melihatmu...Maafkan aku tak bisa menemanimu disaat kau butuhkan ku. Namun percayalah...do'aku selalu menyertaimu...bahkan airmataku mengiringi hariku karena sedih memikirkanmu. Aku pun yakin kamu mampu melewati semua ini, aku tak meragukan ketabahan dan keteguhanmu.

Namun yang ku sesali adalah ktika ku mengirimkan pesan yang mungkin membuatmu cemburu, aku hanya bermaksud gurau namun ternyata kamu sedanh merasakan pedih yang harus kamu lalui. Maafin aku...karna aku benar-benar gak tau.

Semoga Allah senantiasa merahmatimu dengan kesabaran dan kekuatan untuk menghadapi semua ini, yakinlah semua ini ada hikmahnya. 

Selasa, 09 April 2013

Ikhwan yang sholih adalah dambaan setiap akhwat, siapa sih yang gak seneng jika mendapatkan pendamping yang sholih...???
Disetiap do'aku selalu ku pinta agar aku memperoleh pendamping yang sholih, ya Allah....jika aku jatuh cinta maka labuhkanlah cintaku pada ikhwan yang melabuhkan cintanya pada-Mu.....dan semoga rasa cinta itu tidak mengurangi rasa cintaku pada-Mu dan tidak membuatku menduakan-Mu. Amin......

Semoga hati ini senantiasa terhijabi dengan iman....

Menghijabi aurat aja susah2 gampang apalagi menghijabi hati,,,,memang sulit namun itu penting... 
Ketika berpapasan dengan seseorang yang pas dihati, setan pun mulai menggoda dan membuat hati jadi melayang jauh...namun itulah fitrahnya manusia....
Hanya iman dan taqwa yang dapat membentengi hal itu 


Pernikahan.....jika membicarakan masalah pernikahan terasa berdebar hati ini, pertanda ingin segera menjemput hari bahagia itu....
Namun apapun keinginan kita, sekeras apapun usaha kita jika Allah belum berkehendak apalah daya raga ini... Hanya bisa bersabar dan menanti saat terindah itu tiba. Yang terpenting saat ini adalah memperbaiki kualitas diri dan hati, perbaiki ibadah untuk memperkokok iman dan taqwa pada-Nya. Insyaallah....
Dalam setiap do'a selalu ku berharap, ya Allah....jika aku jatuh cinta maka labuhkanlah cintaku pada ikhwan yang melabuhkan cintanya hanya kepada-Mu, dan semoga rasa cinta ini tidak mengurangi cintaku pada-Mu dan tidak membuatku menduakan-Mu. Amin......
Ikhwan Sholih.......siapa sih yang tidak menginginkan pendamping hidupnya sosok ikhean yang sholih...??? setiap akhwat pasti menginginkannya....celana cingkrang, berjenggot, pakai baju koko, senantiasa sholat dimasjid, pokoknya seperti itulah.....gak bisa dibayangkan lagi betapa bahagianya jika mendapatkannya...subhanallah....hati ini mampu bergetar jika berpapasan dengan sosok yang pas dihati....

Kapan ya saat terindah itu akan tiba.....??? Semua pasti akan terasa indah jika pada saat yang tepat. Izinkan aku menantimu hingga batas waktu.... :)

Senin, 19 November 2012


Pertama : Muslimah hendaknya tetap beriman kepada Allah dan mengakui bahawa Dialah tuhan yang Maha Esa, Muhammad adalah utusan~Nya, dan Islam adalah agama kita. Jika ini semua dilakukan, akan nampak keimanan dalam setiap perbuatan, amal dan keyakinan.

Kedua : Seorang muslimah hendaknya menjaga solat lima waktu, dan sentiasa khusyuk ketika melaksanakan solat. Kalian tidak boleh disibukkan dengan hal lain sehingga melupakan solat. Kalian juga tidak boleh terlena dengan perkara-perkara lain hingga lalai untuk beribadah. Sesungguhnya solat dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Solat adalah benteng terkuat yang dapat menjaga seseorang dari perbuatan maksiat.

Ketiga : Muslimah sekalian hendaknya memelihara diri dengan menutup aurat. Kalian tidak boleh keluar rumah kecuali dengan menutup bahagian-bahagian tubuh yang diperintahkan. Dengan menutup aurat kalian, Allah hendak menjaga dan menyucikan kaum wanita. Allah SWT berfirman, "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: 'Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." (QS al-Ahzab: 59)

Keempat : Muslimah harus selalu mentaati suami kalian, bersikap lemah-lembut, mengasihi, mengajaknya pada kebaikan, menasihati, dan selalu membuat suaminya tenang, serta tidak meninggikan suara dan berkata kasar kepadanya.

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Jika seorang wanita melaksanakan solat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dan taat terhadap suaminya, maka ia akan masuk ke dalam syurga Allah." (HR Ahmad)

Kelima : Kalian hendaklah mendidik anak-anak kalian untuk selalu taat kepada Allah. Mereka harus dididik dengan aqidah yang benar dan menanamkan rasa cinta kepada Allah dan Rasul~Nya. Mereka harus dibiasakan untuk selalu menjauhi maksiat dan perbuatan hina. Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak menderhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan~Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At-Tahrim: 6)

Keenam : Jangan hendaknya kalian sampai berdua-duaan dengan seorang lelaki yang bukan mahram. Rasulullah bersabda, "Tidaklah seorang wanita berduaan dengan seorang lelaki melainkan yang ketiganya adalah syaitan."

Kalian tidak boleh melakukan perjalanan kecuali ditemani seorang mahram, tidak berjalan-jalan di pasar-pasar, di tempat keramaian umum kecuali memang ada keperluan. Auratnya wajib ditutup dan dijaga.

Ketujuh : Wanita Muslimah tidak boleh meniru penampilan lelaki. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda, "Allah melaknat kaum lelaki yang meniru kaum wanita dan kaum wanita yang meniru kaum lelaki." (HR Bukhari)

Tidak dibenarkan bagi wanita muslimah mengikut gaya berpakaian dan penampilan wanita kafir. Rasulullah s.a.w. bersabda, "Orang yang meniru satu kaum, maka dia termasuk golongan mereka."

Kelapan : Wanita muslimah harus selalu menyeru kepada jalan Allah di antara kaum wanita yang lain. Dalam menyerukan dakwah Islam ini harus menggunakan ucapan yang baik, dengan mengunjungi tetangga dan selalu menghubungi saudara-saudara muslimah. Kalian harus menjaga diri dan saudara-saudara muslimah yang lain agar diselamatkan dari azab Allah.

"Jika Allah memberikan petunjuk kepada seseorang melalui perantara dirimu, itu lebih baik bagimu daripada limpahan kenikmatan." (HR Bukhari dan Muslim)

Kesembilan : Wanita muslimah harus memelihara hatinya dari perkara-perkara yang syubhat dan nafsu syahwat. Kalian harus menjaga mata dari hal yang haram, telinga dari nyanyian yang melalaikan, menjaga diri dari perbuatan keji, menjaga rahsia tempat tidur kalian bersama suami dan menjaga seluruh anggota tubuh kalian daripada perbuatan yang bertentangan syariat Allah. Inilah yang disebut dengan ketaqwaan.

Kesepuluh : Wanita muslimah harus sentiasa menjaga waktu kalian dari perbuatan sia-sia dan hari-hari kalian daripada perbuatan yang merosakkan. Kalian tidak boleh menjadi orang yang lalai, terlena, selalu bergurau senda, dan berada dalam perbuatan sia-sia. Simpanlah aib kalian seteguh-teguhnya usah disiarkan gambar kalian yang tidak menutup aurat kerana itu adalah perbuatan dosa membuka aib sendiri.

Allah SWT berfirman, "Dan tinggalkan orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurauan dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia." (QS Al-An'am: 70)

Allah sudah sediakan banyak peluang dan tawaran yang lumayan kepada umat Islam terutamanya di bulan Ramadhan. Andaikata ada di antara kalangan umat Islam tidak mahu menerima tawaran Allah itu, sesungguhnya kalian memang tidak berminat dengan Allah, tak minat dengan nasihat dan kasih sayang Rasulullah dan tidak minat dengan janji syurga~Nya. Kalian lebih meminati neraka~Nya dan sangat berminat untuk diazab~Nya. Kembalilah wahai kalian yang tidak berminat itu.

Ya Allah,berikanlah petunjuk kepada wanita muslimah agar mereka sentiasa melaksanakan yang Engkau cintai dan redhai. Makmurkanlah hati mereka dengan keimanan..Aamiin ya Rabbal'alamin

Jumat, 09 November 2012

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

~*
Cara Mengasah inner beauty agar
makin bersinar
*~
~* Pertama, Pertebal keimanan..
Biasakan selalu mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah wajib dan sunnah.Kedekatan
kita kepada Allah akan menimbulkan pancaran cahaya
keindahan di dalam diri kita. Hal ini dapat kita pahami bahwa
siapapun yang mendekati sumber cahaya akan terkena
pancaran cahaya-Nya.

~*
Kedua, Berpikir positif..
Berfikir positif pada diri sendiri dan juga orang lain. Muslimah
yang berpikir positif diyakini dapat membuat wajah lebih bersinar karena yang ada di dalam hati dan pikiran terpancar melalui wajah dan mata.

~*
Ketiga..Rasa syukur..
Rasa syukur juga membuat kita terhindar dari penyakit hati.Bersyukurlah dengan apa yang
telah Allah berikan kepada kita karena pada dasarnya Allah
sudah menciptakan fisik kita sedemikian sempurnanya.
Saudariku..jangan menyesali kekurangan diri,karena di balik
kekurangan pasti ada
kelebihan.Bersyukurlah karena rasa syukur akan membuat
batin terasa lebih tentram.

~*
Keempat,Mengasah
kemampuan intelektual..
Dengan wawasan serta pengetahuan yang luas akan
membuat wanita muslimah memiliki nilai tambah tersendiri.

~*
Kelima, hal yang tidak kalah pentingnya adalah SENYUM,Karena senyum yang tulus
dapat meluluhkan ketegangan jiwa dan membuat wajah lebih bersinar.
~ Semoga untaian ini
bermanfaat..

~* Salam erat
silaturahmi dan Salam santun ukhuwah fillah*~



Rabu, 07 November 2012

Oh Ibu…. Kaulah wanita yg kucinta selama hidupku, Tanpamu tiadalah aku…. Kau selalu ada dalam suka dukaku, meskipun aku selalu menggoreskan luka dihatimu. Namaku selalu kau sebut dalam do’amu, senyummu selalu terpancar dibibirmu meski lelah menyelimuti. Belaianmu menenangkan hatiku, pelukanmu menghangatkan jiwaku… Ibu….jasamu tak dapat terbalaskan oleh apapun, begitu besar pengorbananmu untukku, Namun ku tak pernah membahagiakan hatimu…. Oh Ibu…. Maafkanlah anakmu yang banyak salah padamu….. Tak dapat ku hitung berapa banyak dosa ini padamu, namun kau selalu menyayangiku… Ibu….ucapan terimakasih yang tak terhingga ku ucapkan kepadamu… Do’aku menyertaimu, semoga Allah senantiasa menjagamu dan mengampuni segala dosa-dosamu. Oh Ibu……kaulah yang terindah untukku Ya Allah bahagiakanlah hidupnya didunia dan juga akhirat, ampuni segala dosanya…..dan mudahkanlah segala urusanya, ya Allah aku sayang padanya, aku selalu merindukannya…. *~~* Aku Sayang Ibuku *~~*


Nasehat ini untuk semuanya…….
Semua yang menginginkan kebaikan.

Nikah itu ibadah…….
Nikah itu suci……….. ingat itu……
... ... Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena
kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan…..
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan….. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta….
Namun…… jika cinta engkau jadikan sbg landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah ” ALLAH ” sebagai landasan……
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat…….
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan……
Niscaya mawaddah, sakinah dan warahmah akan tercapai.

Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam “Istanamu”…..
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan…….
Jika ini kau lakukan “istanamu” tidak akan langgeng..

Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw….
Beliau tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban,
karena sang istri tercinta tdk mendengar kedatangannya.

Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar……..
Menjahit bajunya yang robek……..

Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam “istanamu”…..
Disayang, dimanja dan dilayani suami……
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu….
Jika itu engkau lakukan, “istanamu” akan menjadi neraka bagimu

Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu………
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu……
Jika itu engkau lakukan akan celaka….
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah…..
Lihatlah bagaimana Allah menegur ” Nabi “-mu
tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu…..
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah…….
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya……
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth…..
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang…..
Istrimu bisa menjadi musuhmu….

Didiklah istrimu…
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya……
Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang
suami Muhammad saw menerima tugas risalah…..

Istrimu adalah tanggung jawabmu….
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah…..
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah…
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam….
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu…

Jika engkau menjadi istri…
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu…
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah……
Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami…..
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya….
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu….
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu….
Jika itu kau lakukan….. Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi pendurhaka…… jangan……….

Jika engkau menjadi Ayah.....

Jadilah Ayah yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah Ayah yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah Ayah yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah……….
Ajaklah mereka taat kepada Allah…….
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti…….
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat…….
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan’an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah……….
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih…..
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Jika engkau menjadi ibu….
Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh….
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu….
Jadikanlah mereka mujahid………
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah…..
Jangan biarkan mereka bermanja-manja…..

(
♥♥ RENUNGAN " untuk-ku dan untuk-mu " ♥♥ )